Kenangan Lama Pendakian ke Argopuro
lagi-lagi cerita lama kali ini tentang pendakian ke pegunungan argopuro waktu liburan semester pertama. sebetulnya nih pendakian illegal tapi kita (PLASMA) g peduli dan ngelanjutin aja pendakian.
pendakian dimulai dari hari sabtu kami berangkat ke KSDA (Konservasi Sumberdaya Alam ) di desa baderan, besuki, situbondo. sesampainya di sana kami meletakkan barang barang dan tas carrier kami. sedangkan ada beberapa anggota yang sedang berunding dengan pihak KSDA. pihak KSDA marah setelah mengetahui bahwa kami melakukan pendakian tanpa ada pendamping (bahkan sampai meso) perlengkapan kami tidak standart ( kurang sleeping bag) dan waktu itu juga yang mendaki banyak sekali sekitar 27 anak anggota plasma.
setelah beberap perundingan yang rumit (aku g tau soalnya gak ikut berunding) akhirnya ketua KSDA pak Susiono bersedia mengantarkan kami mendaki peguungan argopuro. malam nya kami menginap di KSDA.
besok paginya kami berangkat melalui perjalanan yang jauh dari ksda sampai ke lapangan terbang Cikasur yang jaraknya sekitar 18 km. perjalanan yang jauh dan melelahkan pun dimulai jalan yang naik turun jauh-jauh sekali dan hujan yang turun dengan deras pun membuat tubuh semakin kelelahan. setelah mencapai tempat yang bernama alun-alun kecil (sebuah padang rumput yang luas) ada laporan dari tim yang berjalan di belakang bahwa salah satu anggotanya jatuh sakit. akhirnya sang ketua panitia pendakian dan anggota lain kembali untuk membantu sedangkan anggota lain yang sampai duluan merokok menahan dingin di bawah ponco dan saya sendiri ketiduran di ponco pak susiono.
setelah itu kami melanjutkan perjalanan melewati hutan-hutan gelap pegunungan argopuro dan sampai ketempat bernama alun-alun besar sebuah padang rumput besar dengan tumbuhan-tumbuhan yang indah begitu menapakkan kaki disini saya merasa berada di daerah Eropa karena tempat ini memang tidak terasa seperti di indonesia.
sesampainya di cikasur ada sedikit masalah yaitu tim belakang agak marah karena tim depan yang sampai duluan tidak kunjung mendirikan tenda padahal hari sudah gelap. saya tidak begitu mengerti karena saya menjauh dari masalah sebisa mungkin dan berusaha berlindung dari dingin. malamnya kami menginap di cikasur.
esoknya kami memulai lagi perjalanan menuju mata air cisentor. oh ya sebelum kami memulai perjalanan saya sempat menhidupkan radio dan ada berita tentang kematian mantan presiden soeharto. perjalanan menuju cisentor cukup menegangkan karena jalan jalannya berada di pinggir jurang yang curam. kami beristirahat sebentar di cisentor dan melanjutkan perjalanan menuju tempat kemping di Rawa Embik.
kami menginap di rawa Embik malamnya dan baru esok harinya kami menuju puncak tapi bukan puncak argopuro yang sebenarnya melainkan puncak rengganis karena menurut pak sus puncak argopuro lebih jauh dan di sana pemandangan kurang bagus. di perjalanan menuju puncuk ada pecahan-pecahan belerang dan juga beberapa peninggalan kebudayaan masa lalu dan ada sebuah papan bertulis “IN MEMORIAM” seorang pendaki bernama Anang purwantono yang meninggal di sana.
di puncak rengganis yaitu 3058 Mdpl pemandangan nya lumayan bagus karena awan-awan terlihat jauh di bawah kita (awan-awan itu juga menutupi pemandangan lainnya) dan terlihat juga puncak Argopuro 1 dan Argopuro 2 (3080-an Mdpl). setelah selesai menikmati puncak kami pun turun.
kami turun melalui jalur baru yang ditunjukkan pak Sus jalur turunun yang tiada henti (dan karena saat itu hujan, kepleset adalah sebuah hal yang normal) jalur itu berhenti tepat di alun-alun besar dan kami bermalam disana. dalam perjalan menurun itu juga terjadi lagi kasus sakit oleh anggota yang sama.
setelah bermalam kami pun melalui jalan yang sama kembali ke KSDA di Baderan. saat itu pula terjadi lagi hujan yang deras (tiap hari Hujan) lebih deras dari hari sebelumnya.

Leave a Reply